Ads 468x60px

July 26, 2011

SAYYIDUL ISTIGHFAR


  اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ ليِ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ 
“Ya Allah Engkaulah Tuhanku, tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Engkau, Engkaulah yang telah menciptakan aku, dan aku adalah hamba-Mu, aku ada dalam perjanjian-Mu dan janji-Mu, dengan segenap kemampuanku, aku berlindung diri kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat, aku mengakui kepada-Mu Akan nikmat-Mu yang Kau berikan kepadaku, dan aku mengakui akan dosaku, maka ampunilah aku sebab sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau”. (HR. Bukhari dalam kitab shahihnya).



Dari Syaddad bin Aas Rasulullah SAW bersabda : "Sayyidul istighfar (istighfar pamungkas) itu adalah : Allahumma  anta  rabbi la  ilaha illa anta kholaktani wa ana 'abduka wa ana 'ala 'ahdika wawa'dika mastato'tu a'udzubika min syarrima sona'tu abu-u laka bini'mati 'alayya wa abu-u bidzanbi faghfirli fa innahu la yaghfirudzdzunuba illa anta. Barangsiapa mengucapkan do'a ini di sore hari dan dia betul-betul meyakini ucapannya lalu dia meninggal dunia pada malam harinya, maka dia akan masuk surga. Barangsiapa mengucapkan do'a ini di pagi hari dan dia betul-betul meyakini ucapannya, lalu dia meninggal dunia di siang harinya maka dia akan masuk surga." (HR.Bukhari)

Renungan :

Wirid ini merupakan perenungan akan hakikat diri yang tak layak menghamba kecuali hanya kepada sang pencipta.

Berikrar untuk tetap setia dengan janji yang telah diucapkan.
Memohon perlindungan agar apa yang kita lakukan tidak berdampak jahat kepada kita.

Mengakui besarnya nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada kita.

Membayangkan dosa-dosa yang pernah kita lakukan.

Menumbuhkan rasa bersalah dan meminta ampun secara tulus hanya kepada-nya, dan berjanji untuk tidak lagi mengulangi perbuatan dosa serta bertekad untuk menggantinya dengan perbuatan-perbuatan baik.
Hindari menutupi dosa dengan dosa yang lain.

Kalau kita meninggal setelah berikrar dengan tulus seperti ini, Allah akan memasukkan kita ke surga-Nya.

Sumber : Al-Ma'tsurat , H.Harjani Hefni, Lc